Minggu, 06 Desember 2015

LAPORAN TFI : VALIDASI PENDIDIKAN, VERIFIKASI 8355, PERBAIKKAN UN (SMA)

Pendataan dan Validasi Realisasi 8355 di Sekolah SMA N 32 JAKARTA
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia




Kelas      : LH53 – CB Professional Development
Dosen    : D3702 - Sukron Ma'mun, S.Ag., M.A.
Waktu   : SENIN, 19 OKTOBER 2015
Pukul     : 08.00 – 10.00 WIB
Lokasi    : SMA N 32 JAKARTA
Tim yang Hadir   :
Ketua     : FLORENSIA BERNIKA                    - 1701361213
Anggota          :
1.     AGNES ANGELIA                             – 1701300413
2.     ARSY ALDY RISKI                           - 1701361163
3.     FLORENSIA BERNIKA                    - 1701361213
4.     REBECCA FINESSA RIYONO         - 1701290305
5.     YOGA AULIA SATRIA                     - 1701340171                                      -
Tim yang tidak hadir : -






ISI
a.      TEORI
Profesional merupakan seseorang yang bekerja dengan mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang melibatkan pribadi secara mendalam. Para profesional merupakan orang yang melakukan suatu tindakan tertentu dengan izin dari Negara dan memiliki tanggungjawab serta tugas khusus untuk memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan karena para profesional memiliki pengetahuan, kecakapan, dan otonomi, yang tidak dimiliki dan dimengerti anggota masyarakat lain.
Dalam pelaksanaannya, para profesional memiliki kode etik profesi yang dirumuskan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan – ketentuan tertulis yang dipegang teguh oleh seluruh anggota kelompok tersebut dan menjadi tuntutan yang tidak dapat diabaikan guna mencegah terjadinya penyalahgunaan. Selain itu, diperlukan pengawasan yang terus menerus terhadap pelaksanaannya agar kode etik profesi dapat berfungsi secara baik dan mencegah terjadinya perilaku tidak etis.

b.     PERSIAPAN
            Rangkaian kegiatan kami, kami awali dengan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang telah kami tentukan sebelumnya salah satunya adalah SMA Negeri 32 Jakarta Selatan. Kami melakukan kunjungan untuk pertama kali pada tanggal 7 Oktober 2015. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menyampaikan maksud serta tujuan kami juga untuk mengatur jadwal dengan pihak-pihak dikedua sekolah. Kami berkumpul sekitar pukul 10 pagi di dekat kampus anggrek untuk menuju ke sekolah bersama – sama.
Sesampainya di SMAN 32 Jakarta selatan kami meminta izin terlebih dahulu dengan pihak keamanan sekolah untuk bertemu dengan Kepala Sekolah dan menjelaskan keperluan kami. Setelah itu kami diantar menuju ruang Kepala Sekolah dan di pertemukan dengan operator sekolah yang mengatasi KJP siswa-siswi di sekolah tersebut. Kami menyampaikan tujuan kami beserta surat jalan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sambutan baik juga kami dapatkan dari pihak sekolah. Bahkan pada pertemuan pertama ini kami sudah mendapatkan beberapa informasi serta keluhan dan saran-saran dari pihak sekolah. Pada kesempatan kali itu kami melakukan perjanjian pertemuan serta beberapa teknis mengenai kegiatan yang akan kami lakukan. Kami juga menunjukkan beberapa dokumen serta data yang pihak sekolah ingin ketahui. Dokumen tersebut telah kami persiapkan sejak beberapa hari sebelumnya sehingga pada hari kunjungan atau survey ini kami sudah memiliki dokumen yang lengkap untuk sekolah.

c.      PELAKSANAAN
Kunjungan kedua ke sekolah SMAN 32 kami lakukan pada tanggal 19 Oktober 2015. Kunjungan ini kami lakukan terkait verifikasi 8355 serta validasi pendidikan. Persiapan yang kami lakukan dengan membawa tablet serta beberapa dokumen data siswa 8355. Sama seperti kegiatan sebelumnya kelompok kami dapat bekerja sama dengan baik serta seluruh anggotanya dapat ikut serta dalam rangkaian kegiataan. Sesampainya disana kami bertemu dengan operator sekolah untuk diantar menuju tata usaha karena untuk data murid, menurut beliau akan lebih lengkap jika mendapatkan informasi dari pihak tata usaha. Kami bertemu dengan salah satu staff, dan memperkenalkan diri serta tujuan kami. Setelah itu kami menyerahkan data siswa 8355 untuk dilakukan verifikasi oleh pihak sekolah. Serambi menunggu kami mengajukan beberapa pertanyaan yang ada di google.docs terkait validasi pendidikan. Pihak tata usaha sangat terbuka, mereka memberikan semua informasi yang kami perlukan sehingga wanwancara berlangsung dengan suasana santai dan sangat ramah.
Pelaksanaan validasi pendidikan dapat berjalan sempurna, namun untuk pelaksaan verifikasi  8355 ternyata kami belum dapat melakukan verifikasi 100% dikarenakan adanya keterlambatan pengumpulan data anak baru kelas 10 yang masih perlu dikumpulkan, didata ulang, dan dilaporkan ke dinas, dimana kami baru dapat memverifikasinya ketika data tersebut sudah dilaporkan dan disetujui oleh dinas. Oleh karena itu, kami menunggu kabar, dan akhirnya pada tanggal 27 November 2015 kami diminta hadir kembali ke sekolah untuk melakukan proses verifikasi 8355.


d.     BUKTI PELAKSANAAN





e.      SURVEY KINERJA
Survey Eksternal:
                    Pihak Sekolah merasa sangat puas dengan kinerja kami di lapangan, karena mudah untuk mengkoordinir dari segi waktu, tata cara, dan lokasi pelaksanaan. Sekolah juga memberikan feedback yang baik, dan sangat membantu serta memfasilitasi kami dengan sangat baik.

Survey Internal:
Dalam melaksanakan tugas ini kelompok kami sangat disiplin dalam manajemen waktu dan anggota kelompok kami mempunyai kesadaran diri yang tinggi untuk melakukan tugasnya masing-masing sehingga tidak ada yang bermalas-malasan dalam menjalankan tugas di lapangan dan membuat tugas ini tidak sulit untuk di kerjakan. Dalam hal tata bicara kelompok kami tidak mengandalkan 1 orang saja yg berbicara ke pihak sekolah tapi semua anggota kelompok kami aktif dalam berbicara ke pihak sekolah termasuk pada saat tanya jawab ke murid-murid . Dalam hal sopan santun pun sangat kami perhatikan dari segi kerapian berpakaian dan perilaku kami di lapangan. Pada saat menginput data kami membagi rata tugas mengimput data ke semua anggota kelompok.



PENUTUP
Kesimpulan
Hasil Kegiatan adalah mendapatkan hasil Verifikasi 8355, mendapatkan hasil validasi pendidikan, mencocokan data siswa dan siswi yang menggunakan Kartu Jakarta Pintar, mencocokan data siswa dan siswi yang ada di verifikasi 8355, dan mendapatkan form evaluasi untuk kami.

          
    Kesimpulan yang kami dapatkan dari kegiatan ini adalah kami belajar mengenai Profesional merupakan seseorang yang bekerja dengan mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang melibatkan pribadi secara mendalam. Para profesional merupakan orang yang melakukan suatu tindakan tertentu dengan izin dari Negara dan memiliki tanggung jawab serta tugas khusus untuk memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini kami lakukan dengan cara mendatangkan sekolah yang kami tuju dan memberikan pertanyaan terkait apa yang Dinas diperintahkan. Peserta kelompok yang datang ke sekolah SMA NEGERI 32 JAKARTA adalah 5 orang. Hasil dari Data 8355 sama dengan Daftar nama yang telah diberikan oleh dinas. Dan untuk perbaikkan UN , tidak ada yang mengikuti pengulangan ataupun perbaikkan nilai UN.

LAPORAN TFI : PENDATAAN KARTU JAKARTA PINTAR (KJP) (SMA)

Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SMA N 32 JAKARTA
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia



Kelas   : LH53 – CB Professional Development
Dosen : D3702 - Sukron Ma'mun, S.Ag., M.A.
Waktu             : JUMAT, 09 OKTOBER 2015
Pukul   : 08.00 – 10.00 WIB
Lokasi             : SMA N 32 JAKARTA
Tim yang Hadir          :
Ketua  : FLORENSIA BERNIKA                  - 1701361213
Anggota          :
Anggota          :
1.     AGNES ANGELIA                             – 1701300413
2.     ARSY ALDY RISKI                           - 1701361163
3.     FLORENSIA BERNIKA                    - 1701361213
4.     REBECCA FINESSA RIYONO         - 1701290305
5.     YOGA AULIA SATRIA                     - 1701340171                                      -
Tim yang tidak hadir : -







ISI
a.      TEORI
Modernisasi telah mendorong berbagai perubahan di dalam masyarakat, tidak hanya menyentuh aspek material saja namun pandangan hidup dan moralitas juga mengalami perubahan. Dalam konteks perubahan seperti ini refleksi etis sangat diperlukan untuk mengkritisi sejauh mana perubahan itu telah mengemansipasi manusia dalam pengertian yang utuh dan apalagi dewasa ini kemajuan teknologi informasi telah merubah pola-pola hubungan sosial.
Agar perubahan menjadi positif diharapkan adanya profesionalitas dan etika dalam penggunaan teknologi informasi , etika yang merupakan nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Pemanfaatan teknologi untuk perubahan yang positif bagi negara Indonesia khususnya Jakarta, salah satunya adalah program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yakni dana  yang disediakan oleh pemerintah daerah guna terselenggaranya wajib belajar 12 tahun khusunya bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu dan anak terlantar. Dana  ini diberikan melalui semacam kartu ATM. Dalam pelaksanaannya, diperlukan pengawasan yang terus menerus terhadap pelaksanaannya agar profesionalitas dan etika dapat berjalan secara baik dan mencegah terjadinya perilaku tidak etis.


b.     PERSIAPAN
Rangkaian kegiatan kami, kami awali dengan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang telah kami tentukan sebelumnya salah satunya adalah SMA Negeri 32 Jakarta Selatan. Kami melakukan kunjungan untuk pertama kali pada tanggal 7 Oktober 2015. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menyampaikan maksud serta tujuan kami juga untuk mengatur jadwal dengan pihak-pihak dikedua sekolah. Kami berkumpul sekitar pukul 10 pagi di dekat kampus anggrek untuk menuju ke sekolah bersama – sama.
Sesampainya di SMAN 32 Jakarta selatan kami meminta izin terlebih dahulu dengan pihak keamanan sekolah untuk bertemu dengan Kepala Sekolah dan menjelaskan keperluan kami. Setelah itu kami diantar menuju ruang Kepala Sekolah dan di pertemukan dengan operator sekolah yang mengatasi KJP siswa-siswi di sekolah tersebut. Kami menyampaikan tujuan kami beserta surat jalan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sambutan baik juga kami dapatkan dari pihak sekolah. Bahkan pada pertemuan pertama ini kami sudah mendapatkan beberapa informasi serta keluhan dan saran-saran dari pihak sekolah. Pada kesempatan kali itu kami melakukan perjanjian pertemuan serta beberapa teknis mengenai kegiatan yang akan kami lakukan. Kami juga menunjukkan beberapa dokumen serta data yang pihak sekolah ingin ketahui. Dokumen tersebut telah kami persiapkan sejak beberapa hari sebelumnya sehingga pada hari kunjungan atau survey ini kami sudah memiliki dokumen yang lengkap untuk sekolah.


c.      PELAKSANAAN
Pada tanggal 9 Oktober 2015, Kami melaksanakan kegiatan yang pertama. Kegiatan ini kami isi dengan pembagian kuisioner kedapa siswa dan pihak sekolah. Kami berkumpul di sekitar kampus anggrek pada pukul 7 pagi, karena kami mendapat informasi dari pihak sekolah bahwa kami diberikan kesempatan sejak pukul 8 pagi. Kami bersyukur karena seluruh anggota kelompok dapat mengikuti keseluruhan kegiatan yang telah kami jadwalkan bersama. Tidak lupa pada malam harinya kami mempersiapkan lembar kuisioner yang harus disediakan dan seluruh kelengkapan yang perlu kami bawa. Setelah seluruh anggota berkumpul, kami berangkat menuju SMAN 32 yang berlokasi di kebayoran lama, Jakarta Selatan. Kami tiba di SMAN 32 sekitar pukul 7.30
Sesampainya disana kami dipertemukan dengan kepala sekolah, Dra Sri Rahmina Utami, Beliau banyak bercerita perihal masalah serta tantangan yang ada di lapangan. Pukul 08.00 kami diantar menuju perpustakaan dimana seluruh murid penerima KJP telah berkumpul. Kami melakukan perkenalan, penyampaian tujuan serta memberikan beberapa salam pembuka agar suasana menjadi cair. Setelah itu kami membagikan kuisioner yang telah kami persiapkan yaitu sebanyak 37 paket. Siswa-siswi tersebut secara berkelompok mengisi kuisioner. Sesekali anggota kelompok kami juga membaur ketengah-tengah siswa agar kami dapat lebih membimbing dalam pengisian kuisioner tersebut. Banyak murid yang pada akhirnya mencurahkan keluhan mereka secara lisan kepada kami. Suasana menjadi lebih dekat saat ada beberapa murid yang melontarkan kelucuan kepada anggota kelompok kami. Setelah para siswa selesai, kami mengumpulkan kembali kuisioner yang telah mereka isi dan kegiatan kami pada hari itu telah sselesai. Kami pun berpamitan kepada operator serta kepala sekolah SMAN 32 dan berjanji akan berkomunikasi lebih lanjut perihal kunjungan selanjutnya.

d.     BUKTI PELAKSANAAN








e.      SURVEY KINERJA
Survey Eksternal:
Pihak Sekolah merasa sangat puas dengan kinerja kami di lapangan, karena mudah untuk mengkoordinir dari segi waktu, tata cara, dan lokasi pelaksanaan. Sekolah juga memberikan feedback yang baik, dan sangat membantu serta memfasilitasi kami dengan sangat baik. Pihak sekolah pun berharap kepada kami untuk dapat menyampaikan apa yang kami lihat di lapangan secara jujur kepada pihak dinas, agar pihak dinas dapat mendengarkan apa yang mereka harapkan. Siswa dan siswa penerima KJP di SMA 32 Jakarta merasa sangat terbantu dengan adanya program Kartu Jakarta Pintar (KJP) ini, mereka merasa pemerintah sangat peduli terhadap mereka, namun ada 1 hal yang mereka minta kepada kami untuk disampaikan untuk dinas yakni sebisa mungkin sosialisasi terus dilakukan berhubungan dengan pembaharuan peraturan secara lebih rinci, karena beberapa dari mereka merasa takut salah menggunakan dana karena kurang pahamnya ketentuan penggunaan KJP yang terus berubah.

Survey Internal :
Dalam melaksanakan tugas ini kelompok kami sangat disiplin dalam manajemen waktu dan anggota kelompok kami mempunyai kesadaran diri yang tinggi untuk melakukan tugasnya masing-masing sehingga tidak ada yang bermalas-malasan dalam menjalankan tugas di lapangan dan membuat tugas ini tidak sulit untuk di kerjakan. Dalam hal tata bicara kelompok kami tidak mengandalkan 1 orang saja yg berbicara ke pihak sekolah tapi semua anggota kelompok kami aktif dalam berbicara ke pihak sekolah termasuk pada saat tanya jawab ke murid-murid . Dalam hal sopan santun pun sangat kami perhatikan dari segi kerapian berpakaian dan perilaku kami di lapangan. Pada saat menginput data kami membagi rata tugas mengimput data ke semua anggota kelompok.




PENUTUP
Kesimpulan
Hasil Kegiatan dapat disimpulkan pelaksanaan KJP tepat sasaran dan efektif bagi penerima dan sudah sesuai dengan fungsi yang telah di berikan. Kami melakukan survey atau pendataan tersebut dengan cara mewawancarai penerima KJP tersebut dan mengisi kuisoner yang telah diberikan terhadap kami. Serta bukti seperti fotocopy-an struk pembelanjaan dalam menggunnakan dana KJP. Jumlah penerima KJP di SMA NEGERI 32 JAKARTA ini sebanyak 37 anak. Namun ada 2 tahap untuk penerima KJP di SMA negeri 32 ini. Tahap ke 1 ada 27 anak dan  Tahap ke 2 ada 10 anak.

Pelajaran yang kami dapat menjalani tugas ini adalah dengan adanya bantuan Dana dari pemerintah diharapkan agar dana tersebut menjadi perubahan yang positif diharapkan adanya profesionalitas dan etika dalam penggunaan teknologi informasi , etika yang merupakan nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya.

Jumat, 27 November 2015

LAPORAN TFI : PENDATAAN KARTU JAKARTA PINTAR (KJP)

Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN GROGOL UTARA 03 PAGI
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia




Kelas    : LH53 – CB Professional Development
Dosen   : D3702 - Sukron Ma'mun, S.Ag., M.A.
Waktu  : SENIN, 12 OKTOBER 2015
Pukul   : 08.00 – 11.00 WIB
Lokasi   : SDN GROGOL UTARA 03 PAGI
Tim yang Hadir           :
Ketua  : FLORENSIA BERNIKA     - 1701361213
Anggota          :
1.      AGNES ANGELIA                           – 1701300413
2.      ARSY ALDY RISKI                         - 1701361163
3.      FLORENSIA BERNIKA                  - 1701361213
4.      REBECCA FINESSA RIYONO      - 1701290305
5.      YOGA AULIA SATRIA                  - 1701340171                                      -
Tim yang tidak hadir : -







ISI
A.      TEORI
Modernisasi telah mendorong berbagai perubahan di dalam masyarakat, tidak hanya menyentuh aspek material saja namun pandangan hidup dan moralitas juga mengalami perubahan. Dalam konteks perubahan seperti ini refleksi etis sangat diperlukan untuk mengkritisi sejauh mana perubahan itu telah mengemansipasi manusia dalam pengertian yang utuh dan apalagi dewasa ini kemajuan teknologi informasi telah merubah pola-pola hubungan sosial.
Agar perubahan menjadi positif diharapkan adanya profesionalitas dan etika dalam penggunaan teknologi informasi , etika yang merupakan nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Pemanfaatan teknologi untuk perubahan yang positif bagi negara Indonesia khususnya Jakarta, salah satunya adalah program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yakni dana  yang disediakan oleh pemerintah daerah guna terselenggaranya wajib belajar 12 tahun khusunya bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu dan anak terlantar. Dana  ini diberikan melalui semacam kartu ATM. Dalam pelaksanaannya, diperlukan pengawasan yang terus menerus terhadap pelaksanaannya agar profesionalitas dan etika dapat berjalan secara baik dan mencegah terjadinya perilaku tidak etis.


B.      PERSIAPAN
            Rangkaian kegiatan kami diawali dengan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang telah kami tentukan sebelumnya. Sekolah tersebut salah satunya adalah SD Negeri Grogol Utara 03 Pagi . Kami melakukan kunjungan untuk pertama kali pada tanggal 7 Oktober 2015. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menyampaikan maksud serta tujuan kunjungan kami, serta untuk mengatur jadwal dengan pihak sekolah. Kami berkumpul sekitar pukul 10 pagi di dekat kampus BINUS Anggrek untuk melakukan kunjungan pertama ke SD Negeri Grogol Utara 03 Pagi. Sesampainya di sekolah tersebut kami langsung menemui Kepala Sekolah serta operator sekolah. Kami menyerahkan surat jalan yang telah kami persiapkan sebelumnya. Pada pertemuan  ini kami menjelaskan perihal tujuan kedatangan kami yaitu verifikasi KJP, Validasi pendidikan dan 8355.Pihak sekolah menyambut baik tujuan kedatangan kami serta akan menginformasikan lebih lanjut terkait waktu pelaksanaanya. Setelah bertukar nomor telepon dengan pihak operator sekolah kami berpamitan untuk melanjutkan keperluan kami.
Setelah mendapatkan konfirmasi dari pihak sekolah, kami dapat melakukan kegiatan validasi pendidikan dan 8355 serta verifikasi KJP di sekolah yang berlangsung pada tanggal 12 oktober 2015. Kegiatan  ini kami lakukan dalam 1 hari selesai atas permintaan pihak sekolah. Kami berkumpul di sekitar kampus anggrek pada pukul 7 pagi, karena kami mendapat informasi dari pihak sekolah bahwa kami diberikan kesempatan sejak pukul 8 pagi. Kami bersyukur karena seluruh anggota kelompok dapat mengikuti keseluruhan kegiatan yang telah kami jadwalkan bersama. Tidak lupa pada malam harinya kami mempersiapkan lembar kuisioner yang harus disediakan dan seluruh kelengkapan yang perlu kami bawaSesampainya di SD Negeri Grogol Utara 03 Pagi kami langsung menemui kepala sekolah dan langsung melakukan wawancara yang diperlukan dalam proses validasi tersebut sebagai kegiatan pertama kami. Seselesainya melakukan proses validasi pendidikan dan 8355 kami langsung diarahkan menuju Mushola untuk melaksanakan kegiatan berikutnya yakni verifikasi KJP kepada siswa – siswi.

C.      PELAKSANAAN
Dalam pelaksanaan verifikasi KJP, kami di arahkan untuk berkumpul di Mushola SD Negeri Grogol Utara 03 Pagi, agar pelaksanaan dapat dilakukan secara efektif ketika berinteraksi dengan siswa-siswi. Disana para murid telah berkumpul, murid yang berkumpul berjumlah sekitar kurang lebih 30 siswa. Siswa yang berkumpul berasal dari kelas 3,4,5 dan 6. Kami menggunakan metode berkelompok agar kami dapat lebih berkonsentrasi membimbing siswa-siswi tersebut. Masing-masing anggota kami bertanggung jawab atas kurang lebih 6-7 anak. Anggota kelompok kami secara perlahan membacakan pertanyaan kuisioner satu persatu di hadapan siswa-siswi yang menjadi tanggung jawab kami. Hal ini kami lakukan agar para murid dapat  memahami apa yang dipertanyakan. Setelah membahas pertanyaan satu per satu dengan metode bercerita dan mempermudah bahasa yang kami gunakan. Metode ini membuat para siswa lebih mudah menjawab pertanyaan yang tertera dikertas dan merasa nyaman untuk secara langsung mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan dapatkan dari program KJP ini. Para murid selesai menjawab pertanyaan sekitar pukul 10.30. Kami pun beranjak menuju ruang kepala sekolah untuk menyerahkan form kuisioner untuk sekolah.

D.     BUKTI PELAKSANAAN














E.      SURVEY KINERJA
Survey Eksternal:
Penilaian dari pihak eksternal kepada kami cukup memuaskan, karena pengaturan waktu yang lancar, kehadiran tepat waktu bahkan sudah siap setengah jam sebelum waktu yang disepakati, pakaian rapi, sopan, dan bekerja dengan baik. Guru-guru di sekolah merasa bersyukur karena dengan melakukan pendataan seperti ini, dimana BINUS telah bekerja sama dengan kemendikbud, orang-orang dapat melihat langsung apa yang terjadi di lingkup – lingkup kecil seperti sekolah mereka, dan mereka berharap dengan dilakukannya pendataan seperti ini dalam menyampaikan kritik dan saran ke pemerintah menjadi lebih mudah, dan pengawasan terhadap kinerja mereka dapat terus dipantau. Mereka juga dengan percaya menyampaikan kepada kami bahwa mayoritas siswa dan siswi sangat terbantu dengan adanya KJP dan merasa sangat dipedulikan oleh pemerintah dan mereka menjadi semangat belajar karena bisa membeli alat tulis, seragam sekolah dan keperluan sekolah lainnya, bahkan keperluan gizi bisa terpenuhi seperti membeli susu dan roti, mereka berharap agar siswa-siwi tersebut tidak putus sekolah dan menjadi penerus bangsa.


Survey Internal:
Dalam melaksanakan tugas kelompok manajemen waktu sangat baik karena anggota kelompok kami tidak pernah ada yang telat, selain itu masing-masing anggota kelompok mempunyai kesadaran yang tinggi untuk bertanggungjawab dalam melakukan tugasnya masing-masing. Dalam hal tata bicara seperti berbicara kepada pihak sekolah kita lakukan secara bergantian, misalkan ada hal yang kurang dimengerti tidak harus ketua yang berbicara tetapi setiap anggota berhak menanyakannya dan jika ada siswa yang bertanya  kepada salah satu kelompok kami pasti diberikan arahan yang benar. Kelompok kami juga selalu berpakaian yang sopan dengan menggunakan celana panjang dan tertutup untuk anak perempuannya. Pada saat menginput siswa-siswa yang menggunakan KJP kelompok kami membagi rata tugas agar proses menginput bisa lebih cepat.




PENUTUP
Kesimpulan
    Hasil Kegiatan dapat disimpulkan pelaksanaan KJP tepat sasaran dan efektif bagi penerima dan sudah sesuai dengan fungsi yang telah di berikan. Kami melakukan survey atau pendataan tersebut dengan cara mewawancarai penerima KJP tersebut dan mengisi kuisoner yang telah diberikan terhadap kami. Serta bukti seperti fotocopy-an struk pembelanjaan menggunnakan dana KJP. Jumlah penerima KJP di SDN 03PG GROGOL UTARA ini sebanyak 52 siswa.
    Pelajaran yang kami dapat dari kegiatan ini adalah Agar perubahan menjadi positif diharapkan adanya profesionalitas dan etika dalam penggunaan teknologi informasi , etika yang merupakan nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya baik dalam organisasi dalam lingkup besar maupun kecil.